Selain itu, terdapat indikasi komunikasi antara pejabat daerah dan pihak tertentu. Yang mengarah pada intervensi kebijakan pengalokasian anggaran.
Tak hanya itu, dalam fakta persidangan juga dìsebutkan adanya dugaan perintah. Kepada pihak tertentu untuk menghubungi kontraktor. Guna melakukan transfer sejumlah uang ke beberapa rekening. Sebagai kompensasi proyek yang bersumber dari APBD.
Dugaan praktik gratifikasi berupa “fee proyek” yang dìlakukan secara berulang dan sistematis juga menjadi sorotan.
Lebih lanjut, organisasi tersebut mengungkap adanya dugaan permintaan uang. Yang dìkemas sebagai tunjangan hari raya (THR). Dari kontraktor kepada pejabat daerah pascapelantikan kepala daerah terpilih.
Jangan Tebang Pilih
Sementara itu, Zikirullah mengatakan, dirinya berharap. Hendaknya KPK dapat bekerja secara propisional. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penegakan hukum terhadap kasus OTT Pokir OKU.
“Uang muka Pokir tidak akan cair serta tidak akan terjadi tindak pidana korupsi. Tanpa adanya arahan kepala daerah kepada Setiawan (Kepala BKAD OKU). Dan hal tersebut dìbenarkan oleh Setiawan dan Saksi (Ferlan Yuliansyah) sebagaimana fakta persidangan. Itu telah berulang kali masuk dalam pertimbangan tuntutan terdakwa dan putusan majelis hakim sebelumnya,” kata Zikirullah saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Mereka menilai proses persidangan yang telah berjalan hampir satu tahun. Namun belum tuntas menunjukkan perlunya langkah tegas dari KPK. Oleh karena itu, mereka mendesak agar KPK mengungkap aktor intelektual dìbalik dugaan korupsi tersebut.
Desakan ini menambah tekanan publik terhadap KPK. Untuk menuntaskan kasus yang dìnilai merugikan keuangan daerah. Serta mencederai kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemerintahan yang seharusnya bebas dari korupsi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK terkait tuntutan tersebut. Publik menanti keberanian dan langkah konkret lembaga antirasuah. Dalam mengusut dugaan korupsi yang dìduga kuat melibatkan aktor Pimpinan tertinggi di daerah. (zen/and)









