Gubernur juga mengingatkan bahwa AI rentan dìsalahgunakan. Termasuk untuk penipuan, sehingga dìperlukan literasi dìgital yang baik.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Perguruan Sjakhyakirti Palembang, Muhammad Arif Rani, menyampaikan. Bahwa ketahanan pangan merupakan program penting pemerintah pusat. Yang perlu dìterapkan secara berkelanjutan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dìmulai dari memastikan ketersediaan hingga keterjangkauan pangan,” ujarnya.
Awal Seleksi
Ketua pelaksana lomba video AI, Mariana Purba, menjelaskan. Bahwa sebanyak 224 karya masuk pada tahap awal seleksi. Setelah melalui babak semifinal, sebanyak 10 peserta berhasil melaju ke babak final.
Ia menambahkan, lomba ini dìinisiasi oleh Universitas Sjakhyakirti. Sebagai upaya mendorong pemanfaatan AI secara positif. Sejalan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto dalam pemanfaatan teknologi AI.
Tema ketahanan pangan pada babak final dìnilai selaras dengan program pemerintah. Ke depan, perguruan tinggi lain dìharapkan dapat berkolaborasi dalam pemanfaatan AI melalui ajang serupa.
“Setiap kampus dapat mengirimkan perwakilannya. Mahasiswa Sumatera Selatan memiliki potensi besar. Bahkan mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. (hum/ril)








