Pelindo
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muchtasyar menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengakselerasi pembangunan pelabuhan tersebut. Ia menilai Palembang secara historis merupakan daerah bahari yang kuat, namun kondisi Sungai Musi yang mengalami pendangkalan serta perkembangan kota membuat pelabuhan lama tidak lagi ideal untuk perdagangan internasional.
Sebagai langkah konkret, Achmad mengungkapkan bahwa Pelindo akan segera melakukan penandatanganan Head of Agreement (HOA) dalam waktu dekat.
“Pada tanggal 9 nanti kita akan melakukan HOA. Ini menjadi tonggak sejarah untuk menentukan porsi konsorsium serta komitmen masing-masing pihak. Kami juga berharap BUMN yang beroperasi di wilayah ini, mulai dari sektor pupuk, semen hingga batu bara, dapat menjadi anchor buyer atau pengguna utama pelabuhan,” jelasnya.
Komoditas
Lebih lanjut, Achmad menambahkan bahwa Pelabuhan Tanjung Carat tidak hanya akan berfungsi sebagai pelabuhan komoditas, tetapi juga menjadi solusi bagi ketahanan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
“Tanjung Carat akan menjadi solusi distribusi BBM dan LPG untuk wilayah Jambi, Bengkulu hingga Bangka Belitung. Jalur distribusi akan lebih ideal sehingga potensi kelangkaan energi di masa depan dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Ke depan, pembangunan pelabuhan ini dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, termasuk jalur kereta api, guna menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien dan kompetitif di tingkat global. (hum/ril)








