Peran Strategis
Sementara itu, terkait FU3SS, Herman Deru menekankan peran strategis lembaga tersebut sebagai perekat ukhuwah dan penjaga stabilitas sosial di Sumsel yang heterogen.
Ia menyebut dua parameter utama keberhasilan FU3SS, yakni terciptanya zero konflik dan kemampuan mencegah perpecahan, baik konflik internal umat beragama maupun antarumat beragama.
“Yang paling sulit itu konflik dalam agama sendiri atau internal. Jangan sampai ada dualisme dan perpecahan. Selain itu, tugas FU3SS menjadi jembatan. Kalau bicara umat, bukan hanya Islam. Sumsel ini heterogen,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyinggung dinamika global, seperti konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang berpotensi memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, termasuk isu kenaikan harga dan ajakan memborong bahan pokok.
“Jangan sampai masyarakat panik memborong beras atau sembako karena isu yang belum jelas. Ini tugas FU3SS untuk menenangkan. Jangan sampai harga pasar justru goyang karena kepanikan,” tegasnya.
Usai pengukuhan, ia mendorong kedua lembaga segera melakukan roadshow dan konsolidasi ke berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta mempercepat kemajuan Sumatera Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian LPTQ Sumsel H. Ahmad Iskandar Zulkarnaen, LC., M.Ag., Ketua Harian FU3SS KH. Kms. Muhammad Ali, Ketua MUI Sumsel Prof. Dr. KH. Aflatun Muchtar, M.A., perwakilan Forkopimda Sumsel, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. (hum/ril)








