Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dekranasda Sumsel, para seniman, pelaku UMKM. Dan seluruh pihak yang turut menyukseskan festival tersebut.
Selain pertunjukan seni, acara juga dìramaikan dengan talk show. Tentang pelestarian aksara ulu dan pengembangan ekonomi kreatif.
Hal ini menjadi nilai tambah dalam membumikan kekayaan budaya dalam dìskusi yang edukatif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel menyampaikan. Bahwa festival ini juga bertujuan memperluas jejaring promosi budaya ke luar daerah.
“Jakarta adalah etalase nasional dan dunia. Dari sini, kita bisa mulai membangun dìplomasi budaya lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya. Tak cukup hanya dengan kegiatan seremonial. Tapi perlu dìperkuat dengan edukasi. Keterlibatan generasi muda, serta penguatan ekonomi berbasis budaya.
Acara penutupan juga dihadiri Ketua Dekranasda Sumsel Hj. Febrita Lustia HD. Ketua Dharma Wanita Persatuan, Desi Edward Candra. Serta jajaran kepala OPD Pemprov Sumsel.
Edward mengakhiri sambutannya dengan harapan. Agar festival ini menjadi penguat identitas budaya Sumsel di tingkat nasional. “Budaya adalah kekuatan lunak kita. Mari terus perkenalkan Sumsel kepada dunia lewat karya dan jati diri budaya,” tutupnya. (hum/ril)










