Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin SPd MM, yang menjadi inisiator kegiatan. Menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian luar biasa ini.
“Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi tentang semangat. Semangat guru-guru kita untuk terus meningkatkan kompetensi. Semangat satuan pendidikan dalam melindungi peserta didik dari tindak kekerasan. Dan semangat anak-anak muda OKU Timur dalam berkreasi lewat drum band. Tiga hal ini merepresentasikan karakter utama pendidikan: cerdas, berbudaya, dan berprestasi,” ujar Wakimin
Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan OKU Timur, Dodi Purnama ST MM. Menambahkan bahwa capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh komponen pendidikan di daerah.
“Kami hanya memfasilitasi, tetapi yang sesungguhnya hebat adalah para guru. Kepala sekolah, dan komunitas pendidikan yang mau bergerak serentak. Ini adalah bukti bahwa pendidikan di OKU Timur bukan hanya maju dalam prestasi akademik. Tetapi juga dalam gerakan sosial dan budaya,” ungkap Dodi Purnama.
Dengan tiga rekor MURI ini, OKU Timur tidak hanya meneguhkan diri. Sebagai kabupaten yang peduli pendidikan. Tetapi juga sebagai pelopor inovasi dalam membangun sistem pendidikan yang kolaboratif dan humanis.
Semangat memperingati Bulan Bahasa dan sastra 2025 pun benar-benar hidup. Dalam langkah nyata generasi pendidik dan pelajar di Bumi Sebiduk Sehaluan. (ril/imawan)










