PALEMBANG – Kinerja ekonomi Sumatera Selatan menunjukkan tren positif. Ini berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan.
Pada 2025, ekonomi Sumsel tumbuh 5,35 persen. Angka ini melampaui pertumbuhan nasional yang tumbuh 5,11 persen.
Data tersebut dìsampaikan dalam Berita Resmi Statistik BPS Sumsel. Pada saat Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se Sumsel Tahun 2026 di Griya Agung, Kamis (5/2/2026) siang.
Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menegaskan. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif menjadi faktor utama turunnya angka kemiskinan hingga satu digit. Yakni 9,85 persen pada September 2025.
Menurutnya, struktur ekonomi Sumsel cukup kuat. Karena dìtopang berbagai sektor strategis seperti pertambangan, industri pengolahan, pertanian, hingga real estate.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha. Khususnya penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,66 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran. Pertumbuhan dìdorong konsumsi rumah tangga sebesar 4,91 persen.
Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto menjelaskan. Jumlah penduduk miskin kini berada di angka 898,24 ribu orang. Atau turun 21,4 ribu orang dìbandingkan Maret 2025.







