Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 ini dìtargetkan beroperasi secara penuh (commercial operation date/COD) pada 2032. Menggenapkan total kapasitas PGE Area Lumut Balai mencapai 220 MW. Dengan penambahan PLTP Lumut Balai Unit 3 di tahun 2030.
Direktur Eksplorasi & Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi. Menambahkan bahwa lokasi pengeboran berada di area yang sangat prospektif secara geologi.
“Area eksplorasi ini terletak di sekitar zona upflow utama. Dengan karakteristik permeabilitas tinggi yang telah terverifikasi. Melalui berbagai kajian geosains dan studi teknis secara komprehensif. Dengan dukungan data teknis tersebut. Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 ke depan dìharapkan dapat berjalan lebih terarah. Efisien, dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih terukur,” jelasnya.
Optimalisasi Pengelolaan
Sementara itu, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko Nugroho menegaskan. Bahwa proyek ini juga akan berkontribusi pada optimalisasi pengelolaan wilayah kerja panas bumi secara keseluruhan.
“Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 menjadi langkah strategis. Untuk meningkatkan cadangan. Terbukti sekaligus memastikan keberlanjutan pengembangan WKP Lumut Balai. Eksplorasi ini berperan penting dalam mendorong realisasi target pengembangan 1 gigawatt (GW). Sebagai bagian dari strategi ekspansi PGE,” ungkapnya.
Proyek Lumut Balai Unit 4 telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Secara komersial, proyek ini memiliki prospek yang kuat. Dengan tersedianya Power Purchase Agreement (PPA) dìtambah skema eskalasi.
Selain itu, pertumbuhan kebutuhan listrik di Provinsi Sumatera Selatan. Yang dìproyeksikan mencapai 6,072 persen per tahun. Turut menjadi faktor pendukung utama bagi pengembangan proyek ini.
Melalui kombinasi kesiapan teknis, prospek komersial yang kuat. Serta dukungan kebijakan nasional, PGE optimistis pengembangan Lumut Balai Unit 4. Akan memberikan kontribusi signifikan. Dalam memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi bersih. Yang andal dan berkelanjutan. (ril)









