Herman Deru juga mengungkap kedekatan emosionalnya dengan PAN. Ia mengingat dukungan partai tersebut pada Pilgub Sumsel 2018.
“PAN partai pertama yang mengusung saya. Itu tidak akan saya lupa. Kritik dari PAN terasa seperti saudara,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada Ketua DPW PAN Sumsel yang baru, Joncik Muhammad. Agar tetap membumi.
“Tetaplah jadi Joncik yang dulu. Baik hati, banyak saudara, banyak teman,” pesannya.
Tak ketinggalan, Herman Deru melontarkan sinyal politik ke depan.
“Ingat 2030, gawang kosong,” ucapnya, merujuk Pilgub Sumsel mendatang yang dìperkirakan tanpa petahana.
Target Tiga Besar
Ketua DPW PAN Sumsel, Joncik Muhammad, dalam pidato perdananya langsung memasang target tinggi. Ia optimistis PAN bisa menembus tiga besar di Sumsel pada Pemilu 2029.
“Kita rekrut kader terbaik. Kita siapkan tokoh lokal untuk DPR RI, target dua kursi dari Sumsel II dan satu kursi dari Sumsel I,” ujarnya.
Ia juga menegaskan konsolidasi partai akan segera dìgencarkan. Melalui rapat kerja wilayah (Rakerwil).
“Kalau kita satu komando, rapatkan barisan, saya yakin dengan amunisi yang ada,” katanya.
Proses Pelantikan
Prosesi pelantikan sendiri dìtandai dengan pembacaan SK oleh Eko Hendro Purnomo. Yang juga menjabat Sekjen DPP PAN.
Selanjutnya, Zulhas secara simbolis menyerahkan bendera pataka kepada Joncik sebagai tanda resmi kepemimpinan.
Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Yel-yel khas PAN menggema di seluruh ruangan, menandai soliditas kader.
Dari daerah, DPD PAN OKU turut hadir dengan sekitar 60 orang kader yang tampil kompak mengenakan jas biru, mencuri perhatian di tengah lautan massa. (ep/and)









