Hasil analisis metode GASPOL menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis. Bagi optimalisasi operasi plant. Rekomendasi tersebut kemudian dìterapkan bersamaan dengan kegiatan Turn Around (TAR). Dan dìlanjutkan dengan Plant Performance Test.
Setelah penerapan GASPOL, produksi gas meningkat. Dari 116 MMSCFD menjadi 132 MMSCFD, sementara produksi kondensat naik dari 4.900 BCPD menjadi 5.400 BCPD. Capaian tertinggi sejak Wilayah Kerja Jambi Merang mulai beroperasi pada 2011.
Satrio menegaskan, keberhasilan ini bukan hanya tentang peningkatan produksi. Tetapi juga mengenai penerapan inovasi yang aman, efisien, dan patuh regulasi. Menjadi bukti nyata komitmen perusahaan. Dalam menjaga keandalan operasi di tengah tantangan industri migas yang semakin kompleks
“Setiap inovasi kami lahir dari proses panjang yang terukur. Prinsip keselamatan, efisiensi, dan kepatuhan. Terhadap regulasi selalu menjadi fondasi utama dalam setiap langkah kami,” imbuhnya.
Komitmen
PHE Jambi Merang terus memperkuat komitmen. Terhadap inovasi berkelanjutan berbasis teknologi. Untuk menghadirkan operasi yang aman dan andal.
Melalui Kolaborasi-Harmonis dari para Perwira yang Kompeten. Metode GASPOL menjadi baseline pengembangan produksi. Dìmana rencana produksi PHE Jambi Merang tahun 2026 akan meningkat menjadi 155 MMSCFD.
Ke depan, metode GASPOL akan terus menjadi acuan. Dalam pengembangan sistem operasi dan efisiensi produksi. Sekaligus memperkuat kontribusi PHE Jambi Merang. Terhadap kinerja Subholding Upstream Pertamina dan ketahanan energi nasional. (ril)







