Nah, kehadiran DJ Panda kata Zikir justru menjadi tamparan keras. Bagi wajah pemerintahan daerah yang selama ini mengusung nilai religius.
Ini jelas tidak selaras dengan realitas yang ada. Gerakan Pemuda Nusantara mendesak pemerintah agar tidak menutup mata dan telinga.
“Keresahan masyarakat terhadap industri hiburan yang semakin ugal-ugalan. Sudah tidak bisa lagi diabaikan,” tegas Zikirullah.
GPN juga menyampaikan tuntutan tegas kepada pihak terkait. Khususnya manajemen hiburan malam yang bersangkutan.
“Kami mendesak pimpinan Klub Joker Baturaja. Untuk segera membatalkan perform DJ Panda di Kabupaten OKU. Setidaknya sampai seluruh persoalan hukum yang melibatkan DJ Panda dìselesaikan secara tuntas dan transparan.”
GPN juga menyerukan kepada pihak penyelenggara dan pemerintah daerah. Untuk segera mengambil sikap tegas dan bijak dalam. Merespons aspirasi masyarakat.
Gerakan ini bukan sekadar reaksi emosional. Melainkan pernyataan sikap ideologis. Terhadap arus budaya yang dìnilai tidak selaras dengan jati diri bangsa. (and)







