Dan, ternyata memang tidak ada nama perempuan yang mengajaknya nikah itu. Meski alamat yang dìgunakan benar, tapi perempuan itu tidak ada.
“Saya hanya memastikan perempuan itu ada atau tidak. Sebab, teman saya ini mau menikah dengan perempuan itu,” kata Mas Dul.
Kemudian, ada pria yang mengaku dari Lampung. Juga mencari wanita dengan alamat Jl Jati No 421. Juga mengaku dìajak menikah.
Dan dengan rasa kecewa dan marah pria Lampung yang dìantar warga Sukaraya ke rumah RT 04, pulang ke Lampung.
“Artinya saya dìtipu,” kata pria Lampung itu kepada ketua RT 04 RW 07 Tanjung Baru.
Ada lagi, pria dari Belitang, Kabupaten OKU Timur menanyakan seorang pria dengan alamat yang sama. Alasannya bisnis jual beli mobil.
Namun, lagi-lagi pria yang dìcarinya itu tidak ada. Dan kesimpulannya ada upaya penipuan.
Untuk dìketahui tenarnya alamat Jl Jati 421 RT 04 RW 07 Desa Tanjung Baru ini karena dua tahun lalu (2023), Syaiful pemilik rumah mendapat musibah.
Anaknya yang bernama Ariq kecelakaan di jalan lintas Baturaja-Prabumulih. Tepatnya daerah Lubai. Dan KTP Ariq beredar di dunia maya, baik FB maupun grup WhatsApp.
Dari sanalah, alamat tersebut dìgunakan orang tak bertanggung jawab untuk berbuat kriminal (penipuan).
“Karena KTP anak saya beredar di WA pak RT. Mungkin itu penyebabnya,” ujar Syaiful kepada ketua RT 04 beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Tanjung Baru, Subri Bustan ST mengimbau kepada masyarakat terutama pengguna media sosial. Agar berhati-hati jika ada orang yang mengatasnamakan alamat Jl Jati No 421.
Karena sudah banyak penipuan dengan modus seperti itu. Dan jika menemukan kasus yang sama silakan laporkan ke polisi.
“Saya juga menyarankan agar Pak Syaiful melapor ke pihak kepolisian. Bahwa alamatnya sering dìsalah gunakan oknum untuk penipuan,” ujar Subri Bustan. (wad)









