*Sumsel 3 Besar Nasional Penghasil Beras
KARAWANG — Mengawali tahun 2026 dengan capaian membanggakan, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Ini berkat dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Penghargaan tersebut dìserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pada acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional. Yang dìgelar di halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) pagi.
Penghargaan Satyalancana Wira Karya yang dìterima Gubernur Herman Deru. Merupakan tanda kehormatan negara sebagaimana tertuang. Dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 dan 2 Tahun 2026.
Tanda kehormatan ini dìberikan kepada warga negara. Yang berjasa besar serta menunjukkan pengabdian luar biasa. Dalam pembangunan nasional. Termasuk kontribusi signifikan di bidang pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru menerima penghargaan. Sebagai peringkat ketiga peningkatan produksi beras nasional tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini dìterima oleh lima gubernur se-Indonesia, salah satunya Gubernur Sumsel.
Delapan Bupati
Sementara itu, secara nasional terdapat delapan bupati. Yang menerima penghargaan Presiden. Dìantaranya Bupati OKU Timur dan Bupati Banyuasin.
Berdasarkan data produksi padi Indonesia (ton Gabah Kering Giling/GKG). Produksi padi Sumatera Selatan pada periode Januari–Desember 2024 tercatat sebesar 2.909.412 ton.
Angka tersebut meningkat signifikan pada periode Januari–Desember 2025. Menjadi 3.598.736 ton, atau mengalami kenaikan sebesar 689.325 ton (23,69 persen).
Capaian tersebut menempatkan Sumatera Selatan. Sebagai provinsi dengan peningkatan produksi padi tertinggi ketiga secara nasional. Setelah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan. Bahwa swasembada pangan merupakan tonggak penting bagi kedaulatan bangsa.
Menurutnya, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka. Apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.







