Mampu Bersaing
Namun demikian, ia optimistis Sumsel mampu bersaing. Dengan mengedepankan kualitas SDM, transparansi layanan, serta keramahan pelayanan.
Selain sebagai layanan publik, health tourism dìnilai memiliki dampak ekonomi yang besar. Promosi destinasi wisata, perhotelan, dan transportasi perlu dìlengkapi. Dengan informasi layanan kesehatan sebagai daya tarik tambahan. Bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ketua Panitia Launching Sumsel Health Tourism, Dr. Apriyadi, menjelaskan bahwa pencanangan ini sejalan dengan RPJMD Sumsel 2025–2029.
Ia menyebut, Sumsel Health Tourism hadir sebagai alternatif layanan kesehatan. Yang aman, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat yang selama ini cenderung memilih berobat ke luar negeri.
Launching Sumsel Health Tourism 2026 juga dìtandai. Dengan penyerahan SK Kementerian Kesehatan kepada Gubernur Sumsel. Terkait penetapan RS Siti Fatimah dan RS Hoesin Palembang, sebagai rumah sakit penyelenggara.
Penandatanganan komitmen bersama kepala daerah. Serta pameran pelayanan kesehatan dan UMKM pendukung. (ril/hum)








