Bukan Provokator
Novri Helmi dan kawan-kawan merasa terancam pasca aksi 1 September 2025 di gedung DPRD OKU. Soalnya mereka dìtuduh sebagai dalang dan provakator kericuhan.
“Makanya hari ini tetap datang dengan gentleman. Meski kami hanya berlima, kami hadir untuk menyampaikan aspirasi rakyat,” kata Novri.
Novri juga meminta kedepannya tidak ada pembedaan dalam hal jaminan rasa aman. Rasa aman bagi seluruh rakyat, termasuk rakyat OKU.
“Jangan sampai pasca aksi ini ada hal-hal yang mengancam keamanan kami. Itu saja,” tegas Novri.
Soalnya, kata Novri sudah sampai kepadanya informasi bahwasanya ada upaya untuk mengambil tindakan tegas terhadap provokator.
“Untuk membuktikan bahwa kita bukan provakator. Makanya, hari ini (Selasa) kita kembali hadir aksi meski hanya berlima,” kata Novri.
Minta Maaf
Sementara itu, terkait gambar yang beredar di media sosial. Tentang adanya anggota DPRD OKU yang dìtuduh menganiaya salah seorang pendemo, pada Senin (1/9/2025).
Saat menerima anggota PGK OKU yang aksi, di DPRD OKU. Awal Pajri, anggota DPRD dari PPP, meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat OKU. Khususnya kepada yang aksi Senin itu.
“Atas kejadian tersebut. Saya minta maaf dan kepada Allah saya mohon ampun,” ujar Awal singkat. (and/wad)







