“Kami dìintimidasi sekelompok orang. Ini upaya premanisme dan kami akan laporkan ancaman ini,” tegas Zikir dengan rombongan berkemeja putih.
Seperti dìberitakan sebelumnya, rangkaian mimbar bebas ini sudah berlangsung beberapa hari belakangan. Tuntutan tetap seperti sebelumnya meminta Pemkab OKU dalam hal ini Bupati OKU mencabut keputusan kenaikan tarif PDAM.
Mengapa ke DPRD? Momentum tersebut karena mereka ingin menemui Bupati Teddy Meilwansyah. Mereka meminta penjelasan dan klarifikasi terkaitan keputusan menaikan tarif PDAM.
“Momen ini kami gunakan untuk menemui Bupati OKU. Karena hari ini ada paripurna, kami tidak akan melewatkan kesempatan ini,” tambah Rino, anggota FPR.
Atas kejadian ini, FPR dan Parlemen Jalanan akan membuat laporan.
“Kami tidak terima atas kejadian ini. Ini bentuk intimidasi dan pengancaman dari sekelompok preman. Kami akan laporkan hal ini sebagai bentuk menghalang-halangi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum,” pungkasnya. (and/tim)







