BATURAJA – Kesabaran warga Desa Peninjauan, Kecamatan Peninjauan, OKU sudah dì ubun-ubun. Longsor yang terus menggerus bantaran sungai beberapa tahun terakhir terlalu lama terabaikan. Tanpa solusi yang permanen.
Kesal melihat kondisi tersebut, anggota DPRD Sumatera Selatan dari PAN, H. Mirza Gumay, SIP, memilih menempuh jalur “langit”. Ia melaporkan persoalan itu secara daring ke Kementerian Pekerjaan Umum.
Hasilnya tak butuh waktu lama. Sabtu (3/10/2026), tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII turun langsung. Mereka meninjau lokasi longsor yang mengancam permukiman warga.
Kedatangan tim BBWS VIII dìdampingi Mirza Gumay. Mereka dìsambut Kepala Desa Peninjauan Nopi Taruna bersama perangkat desa.
Menurut Mirza, longsor tersebut bukan persoalan baru. Berdasarkan keterangan warga, kerusakan sudah terjadi sejak 2023 dan terus meluas dari waktu ke waktu.
“Sudah beberapa kali dìpasang bronjong. Setidaknya tiga kali. Tapi karena longsornya terus bergerak, bronjong yang lama ikut hanyut,” ujarnya.
Mirza mengaku kecewa karena berbagai laporan yang dìsampaikan selama ini belum ada penanganan yang benar-benar tuntas.
“Survei seperti ini saja sudah yang keenam kalinya. Masyarakat sudah bingung harus mengadu ke mana lagi,” katanya.
Politisi PAN itu menegaskan, persoalan keselamatan warga tidak boleh terhambat. Hanya karena perdebatan kewenangan antara pemerintah daerah, provinsi maupun pusat.
“Jangan sampai semua saling lempar tanggung jawab. Yang terancam itu rumah warga,” tegasnya.
Ia bahkan menilai penanganan longsor di Desa Peninjauan sudah menyerupai drama berkepanjangan. Jika tidak ada langkah nyata, pihaknya siap membawa persoalan tersebut ke Ombudsman.
“Kalau terus diìbiarkan, kami akan lapor ke Ombudsman. Karena yang terlihat saat ini adalah pembiaran,” tandasnya.







