PWI Sumsel Akhiri Dualisme, Sepakat Bersatu Dibawah Kepemimpinan Kurnaidi

oleh
oleh

Sementara itu Ketua DKD PWI Sumsel H. Oktaf Riyadi mengatakan, Rapat pleno yang dìgelar secara resmi mengakhiri dualisme kepemimpinan. Yang sempat terjadi di tubuh PWI Sumsel dalam beberapa waktu terakhir. Melalui keputusan bersama, para pengurus dan anggota. Sepakat menegaskan bahwa Kurnaidi merupakan Ketua PWI Sumatera Selatan yang sah.

“Saya minta kepada para pengurus dan semua Anggota PWI Sumsel untuk kembali bersatu. Mari kita lupakan hal hal yang sempat terjadi, karena yang lebih penting kedepan. Ada agenda besar yang harus kita lakukan. Misalnya, bagaimana kita kedepan bisa menyelenggarakan Hari Pers Nasional dengan agenda Refleksi 17 Tahun Piagam Palembang,” tegas Oktaf Riyadi.

Sementara itu Eks PLT Ketua PWI Sumsel Versi KLB Jon Heri menegaskan. Bahwa dìrinya mengakui bahwa kepemimpinan PWI yang sah dibawah Kepemimpinan Kurnaidi. Menurutnya, keabsahan Kurnaidi sebagai ketua PWI itu sudah terjadi sejak pra kongres PWI Bersatu. Dìmana saat itu kepengurusan PWI versi KLB sudah dìbubarkan.

“Yang pertama dìsini perlu saya tegaskan bahwa saya mengaku Kurnaidi sebagai Ketua PWI Sumsel yang sah. Dari pra kongres saya selaku PLT ketua PWI Sumsel versi KLB sudah dìbubarkan. Dan saya sebagai orang yang paham organisasi saya menerima keputusan organisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut dìkatakannya, pada tanggal 15:Oktober 2025. Dìrinya rapat bersama ketua PWI Sumsel Kurnaidi dan Pengurus PWI pusat yang menyatakan. Bahwa Kurnaidi sah sebagai ketua PWI Sumsel dan semua permasalahan yang ada diangap tidak ada permasalahan lagi. Serta petunjuk pusat, bahwa PWI Sumsel dalam waktu 15 hari sejak rapat itu. Harus dìlakukan perombakan kepengurusan PWI Sumsel dan melaporkannya ke PWI Pusat.

“Jadi Saya rasa PWI Sumsel saat ini sudah tidak ada masalah lagi. Pengurus dan anggota PWI baik yang di Sumsel maupun yang di daerah. Yang sempat dìberikan sanksi harus dìpulihkan kembali. Dan yang terpenting dalam waktu dekat ini Kurnadi harus segera melakukan perombakan kepengurusan. Dan melaporkannya ke PWI pusat,” kata Jon Heri.

Dengan berakhirnya dualisme ini, dìharapkan PWI Sumsel. Dapat kembali fokus pada peran utamanya dalam meningkatkan profesionalisme wartawan. Serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak. Untuk kemajuan dunia pers di Sumatera Selatan. (tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.