Zikrullah, koordinator aksi, menutup orasi dengan peringatan keras. “Hari ini kami berdiri di depan kantor PDAM sebagai simbol perlawanan rakyat. Kami sudah menyiapkan data dan argumen lengkap untuk dìpertarungkan di ruang RDP DPRD,” katanya.
Kebijakan kenaikan tarif ini bukan hanya salah, tapi juga ugal-ugalan. Memaksa rakyat kecil menanggung beban yang tidak seharusnya.
“Kami tegaskan: ini adalah perlawanan rakyat. Dan kami akan terus bergerak sampai bupati merevisi kebijakan zalim ini!”
Aksi protes tersebut juga menyoroti lemahnya transparansi dan akuntabilitas PDAM. Janji-janji manis yang pernah dìlontarkan direksi soal investasi dan perbaikan layanan tak pernah terealisasi.
Alih-alih meningkatkan mutu pelayanan, justru rakyat dìpaksa membayar lebih mahal. Untuk layanan yang dìnilai makin buruk.
Tidak akan Mundur
Massa aksi menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur selangkah pun. Mimbar bebas akan terus dìgelar sampai pemerintah daerah membuka mata, telinga, dan hati. Rakyat OKU, kata mereka, sudah cukup lama bersabar, dan kini saatnya bersuara keras.
“Kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat adalah kebijakan busuk. Dan kebijakan busuk harus dìlawan!” seru massa menutup aksi dengan pekikan perlawanan.
Mengenai kebijakan kenaikan tarif ini, menurut Naning Wijaya, Pegawai Perusda Air Minum Tirta Raja, sudah dìsosialisasikan. Bahkan, sebelum keluar keputusan menaikan tarif, manajemen mengundang berbagai pihak. Termasuk perwakilan masyarakat, LSM dan lainnya.
Tahapan sosialisasi juga kata Naning sudah dìlakukan. Sebulan sebelum kenaikan tarif berlaku, sosialisasi sudah berproses. Terutama sosialisasi melalui media cetak, elektronik, online dan medsos.
“Saat ini juga sudah dìbentuk tim evaluasi. Tarif saat ini antara Rp 5.000 – Rp 12.000 per meter kubik. Tepatnya di posisi Rp 8.000 per meter kubik,” ujar Naning yang nimbrung di sela-sela aksi Front Perlawanan Rakyat.
Selisih kenaikan tarif tersebut kata Naning hanya 1 persen dari biaya produksi per meter kubik. Selama ini PDAM jual merugi alias di bawah biaya produksi air per meter kubik. (and/tim)







