Gubernur menegaskan, Pemprov Sumsel siap memberikan dukungan penuh. Termasuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal. Bersama Pemerintah Kota Palembang demi kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Ia juga berharap program ini dapat menjadi contoh nasional. Dalam pengendalian DBD berbasis pencegahan dini dan pemantauan berkelanjutan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Fakultas Kedokteran UNSRI. Dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sebagai pelaksana teknis.Takeda GmbH sebagai penyedia hibah vaksin. Serta Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dan Kota Palembang sebagai pelaksana lapangan.
Dekan FK UNSRI, Prof. Dr. dr. Mgs. Irsan Saleh, M.Biomed, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada vaksinasi. Tetapi juga pada pemantauan aktif untuk menurunkan angka kesakitan. Dan kematian akibat dengue secara signifikan.
Untuk menjamin keamanan dan efektivitas, pelaksanaan dìlakukan dengan protokol ketat. Menyasar siswa kelas 3 SD di 10 wilayah Puskesmas dengan prevalensi kasus DBD tertinggi di Palembang.
“Pelaksanaan dimulai sejak 10 Desember 2025. Dan akan terus berjalan hingga target tercapai. Setiap anak yang dìvaksin akan mendapat pengawasan medis selama 24 jam. Melalui jejaring medis yang telah dìtetapkan,” jelasnya.
Melalui langkah ini, Sumsel optimistis mampu menjadi barometer nasional. Penanggulangan DBD sekaligus melindungi generasi muda. Dari ancaman penyakit menular. (hum/ril)









