Terlibat Dugaan Penggelapan Sertifikat, Notaris Kondang Dìlaporkan ke Polda Sumsel

oleh
oleh

Sementara itu, Ketua RT 04 RW 07 Perum Karang Sari Permai, Tanjung Baru, Purwadi mengaku awalnya tidak tahu persoalan itu. Dia mengetahui setelah Joko Purwanto bersama teman-temannya ke rumah Purwadi.

“Saat itu, pada malam hari, saya lupa tanggalnya tahun 2024, pria yang mengaku bermama Candra, Joko datang ke rumah karena selaku RT di perumahan karang sari,” ujar Purwadi, sembari menjelaskan kedatangan Joko dìantar Darwin tetangga sebelah rumah.

Saat itu, pria yang mengaku bernama Candra dan Joko serta satu temannya lagi, minta izin untuk menyita rumah yang dìtempati Rizal (orang yang dimintai bantuan oleh Ronald). Soalnya, kata

“Selaku RT, saya tidak mengizinkan karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak dìingin. Selanjutnya saya menyarankan agar dìselesaikan secara musyawarah. Atau serahkan ke penegak hukum saja,” kata Purwadi, yang malam itu sempat mendatangi rumah Rizal memberi tahu persoalan tersebut.

Nah, lanjut Purwadi, dari Candra dan Joko inilah, dia mengetahui bahwasanya surat tanah Ronald itu sudah berubah ke nama Joko Purwanto.

“Malah Candra dkk datang kedua kali sambil membawa surat tanah. Yang menemaninya Lisa istri Darwin (tetangga). Ketika itulah saya melihat kopian surat tanah GP Ronald yang sudah berubah atas nama Joko Purwanto,” tambah Purwadi.

Benar anda memberitahu Pak Ronald? Purwadi mengakuinya. “Karena merasa kenal dan juga sebelumnya di Palembang Pak Ronald juga warga perumahan karang sari. Samapai sekarang rumahnya masih ada di sini,” katanya.

 

Tiga Korban

 

Yang menjadi persoalan, kata Purwadi ada tiga keluarga korban sebagai akibat masalah ini. Yakni, mereka yang membeli 3 rumah tersebut.

Mereka adalah Fauzi, Oktha, dan Rudi. Ketiganya membeli rumah tersebut dengan Hartono, orang yang mengadakan jual beli dengan Ronald.

“Mereka ini korban semua dan tidak tahu menahu tentang masalah ini,” papar Purwadi.

Dengan adanya kasus ini, proses jual beli jadi terganggu. Malah tanah dan rumah itu suratnya sudah atas nama Joko Purwanto. Bukan Hartono, tempat ketiga korban mengadakan proses jual beli. (and)

No More Posts Available.

No more pages to load.