Sesuai Standar Teknis
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu menjelaskan. Bahwa seluruh kegiatan pengeboran sumur maupun produksi panas bumi dìlakukan sesuai standar teknis. Prosedur keselamatan
kerja, serta sistem pemantauan berkelanjutan.
Operasional panas bumi memanfaatkan reservoir geothermal yang berada jauh di bawah permukaan tanah. Dan seluruh prosesnya dìlaksanakan berdasarkan kajian geologi, geofisika, geokimia. Serta evaluasi teknis berkala.
Secara ilmiah, gempa yang dìrasakan masyarakat umumnya bersumber dari pergeseran lempeng bumi. Atau aktivitas sesar aktif dengan energi jauh lebih besar dìbanding aktivitas produksi pembangkit listrik panas bumi.
Untuk itu, General Manager PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Ulubelu, Edy Sudarmadi, mengimbau. Agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab gempa.
Menurutnya, kejadian gempa di wilayah Sumatera tidak terlepas dari kondisi geologi Indonesia yang berada di jalur cincin api dunia. Dan dekat dengan sejumlah zona patahan aktif.
“Gempa yang terjadi merupakan fenomena alam. Karena Indonesia berada di jalur cincin api dan dekat dengan zona patahan aktif. Aktivitas operasi kami dìlaksanakan sesuai standar keselamatan dan terus dìmonitor secara ketat. Hingga saat ini tidak terdapat indikasi bahwa kegiatan geothermal PGE Ulubelu menyebabkan gempa seperti yang dìrasakan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memperoleh informasi dari sumber resmi,” ujar Edy.
PGE Area Ulubelu juga memastikan seluruh kegiatan operasional tetap berjalan aman. Serta senantiasa mengedepankan aspek keselamatan masyarakat, pekerja, dan lingkungan sekitar.
Perusahaan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Serta melakukan pemantauan real time. Guna memastikan seluruh proses produksi berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. (ril)










