Momentum Istimewa
Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan bahwa Idul Fitri. Merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam. Setelah sebulan penuh menahan diri, melatih kesabaran. Memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kini saatnya kembali kepada fitrah dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai yang telah dìpelajari selama Ramadan tidak berhenti sampai di sini. Semangat kebersamaan, kepedulian sosial, kejujuran. Serta pengendalian diri harus terus dìjaga dan dìterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Biik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam menjalankan tugas. Dan pengabdian kepada daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan. Bahwa Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus menjaga. Dan memperkuat kerukunan, persatuan, serta keharmonisan masyarakat di Bumi Sriwijaya. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya di Sumsel. Merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.
Di akhir sambutannya, Herman Deru juga mengajak masyarakat. Untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai kesempatan untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Ia berharap dengan saling memaafkan. Seluruh umat dapat kembali bersih dan memperkuat hubungan baik. Sebagai sesama hamba Allah.
Pada pelaksanaan Salat Idul Fitri tersebut, bertindak sebagai imam Ustaz H. A. Tarmizi Muhaimin SPdI, Al Hafizh. Yang juga Wakil Imam Besar Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo. Sementara khatib adalah Ustaz Ki. Kgs. H. M. Nurdin Manshur.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie serta jajaran Forkopimda lainnya. Hadir juga Walikota Palembang H Ratu Dewa dan Wawako Prima Salam. (ril/hum)










