Dìnilai Unprofessional, Tim Hukum YPN YESS Laporkan KPU

oleh
oleh

“Kita laporkan ke Bawaslu karena peristiwa tidak berimbangnya kebijakan dalam hal jumlah orang. Komposisi tempat duduk, gangguan yang dìtengarai dìsengaja terhadap sound system. Dan ini semua ada pembiaran dari EO dan dìketahui nyata oleh KPU. Tapi itu semua dibiarkan sehingga terjadi protes dari kita,” tandasnya.

 

Klarfikasi KPU

 

KPU OKU pada Senin (18/11/2024) telah mengeluarkan klarifikasi pers rilis soal ini.

Terutama berkaitan dengan peristiwa walk out (WO)-nya paslon nomor urut 1 pada acara Debat Kedua, Minggu (17/11/24) malam.

Surat itu dìtandatangani oleh Ketua KPU OKU Rahmad Hidayat. Dalam surat klarfikasinya, KPU menyatakan pihaknya dan EO sudah melakukan mekanisme yang sesuai dalam registrasi tamu.

Bahkan sudah melakukan sterilisasi lokasi pelaksanaan debat. Soal gangguan sound system, ini menurut KPU terjadi kesalahan teknis yakni kerusakan pada capture card. Bukan karena factor kesengajaan.

Selanjutnya KPU juga menegaskan, melaksanakan Pemilihan Bupati–Wakil Bupati OKU dengan netral. Tidak berpihak pada Paslon manapun.

Sementara itu, pantauan awak media di acara Debat Kedua pada itu terlihat ada kejanggalan. Bahwa di dalam arena debat memang lebih banyak pendukung paslon nomor urut 2.

Bahkan dìantara mereka ada yang duduk di round table. Seperti Ayahanda Teddy Meilwansyah, Supriyadi Yazid, dan beberapa orang lainnya.

Sedangkan Ibunda YPN yakni Hj Darmanelly dan Ayahanda Yenny Elita yakni H Sofyan Sani dan istri hanya duduk di kursi biasa seperti pendukung paslon 1 lainnya.

Ini sudah menunjukkan adanya ketidakadilan dalam perlakuan dari pihak penyelenggara debat. (win/and)

No More Posts Available.

No more pages to load.