Hope Direktur PDAM Baru

oleh
oleh
Bertho Darmo Poedjo Asmanto
Bertho Darmo Poedjo Asmanto

KEPUTUSAN Panitia Seleksi Direktur PDAM Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu merektrut direktur berasal dari luar daerah Sumsel patut mendapatkan apresiasi yang tinggi.

Bila perlu nilai apresiasinya excellent. Ini menandakan kesungguhan Pemerintah Daerah dalam upaya perbaikan di tubuh PDAM Tirta Raja.

Mungkin baru kali pertama ini orang luar, khususnya dari Pulau Jawa yang memimpin PDAM Tirta Raja OKU. Yakni, Bertho Darmo Poedjo Asmanto (BDPA).

Sepengetahuan saya sejak menetap di Baturaja (OKU), dari 2007 hingga 2023, direktur PDAM semuanya dari orang dalam (Sumsel/OKU).

Saya masuk ke Baturaja, pada 2007, direkturnya Iskandar Zulkarnain, unsur PNS di OKU. Informasinya Iskandar menjabat direktur mulai tahun 2000-an.  Kemudian, Jupri Oesman (2008) dari internal PDAM.

Lalu, Abi Kusno (2016) juga dari internal PDAM Tirta Raja. Mereka ini semuanya berasal dari OKU.  Atau paling jauh dari Kota Palembang.

Dari terbentuk hingga sekarang (5 Maret 2024) direktur PDAM Tirta Raja adalah orang Sumatera Selatan. Tidak ada yang berasal dari Pulau Jawa.

Bukan saya bermaksud menyentuh unsur kesukuan antara Jawa dan Sumatera. Saya hanya ingin menggambarkan bahwa keputusan Pansel patut kita hargai dan sebagai bentuk keseriusan Pemkab OKU membenahi manajemen PDAM.

Bukan berarti manajemen selama ini buruk, hanya saja masih kurang greget. Masih ada rasa ewu pakewu atau tepo seliro alias saling pandang memandang dalam mengambil keputusan atau kebijakan.

Nah, dengan direktur baru, manajemen baru ini, tentu kita berharap akan banyak membawa perubahan yang drastis bagi PDAM OKU.

Apalagi, BDPA (maaf saya singkat supaya mudah mengingatnya), orang yang berpengalaman memimpin perusahaan air minum di ibu kota Jakarta.

Sejarah

Sebelum lebih jauh, sedikit kita mengulas sejarah berdirinya PDAM OKU. Bahwa terbentuknya perusahaan air minum di Baturaja pada tahun 1980.

Namun, baru beroperasi pada 1982. Mungkin, waktu dua tahun sebelum operasional, adalah masa persiapan sarana dan prasarananya.

Kemudian, namanya belum berbentuk Perusahaan Umum Daerah  Air Minum (PDAM), melainkan Badan Pengelola Air Minum (BPAM).

Dalam beroperasi, yang mengawasi BPAM adalah Badan Pengolah Sarana Air Bersih (BPSAB) Provinsi Sumatera Selatan di Palembang.

Pimpinan atau kepala yang pertama adalah Ir Kohar (1982). Kemudian, berganti kepada dengan Ir Makmun (1986), lalu Adam Syarkowi (1988), dan Iskandar Tarmijaya (1990).

Pada peralihan kepemimpinan dari Adam Syarkowi ke Iskandar Tarmijaya ini, BPAM OKU berubah nama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *