Wartawan Cekatan itu Telah Tiada

oleh
oleh

KONFERENSI PWI Provinsi Sumatera Selatan akhir Januari 2024 adalah momen terakhir saya bertemu Hj Nurseri.

Itu pun hanya say hallo saja. Setelah bersalaman kami pun fokus mengikuti pembukaan konferensi agenda pemilihan Ketua PWI Sumsel 2024-2029.

Sepintas saya melihat tak ada gejala Nurseri sedang sakit serius. Hanya memang badannya sedikit kurus.

Baru kemarin ini (saat meninggal), saya dapat informasi, Seri menderita Kanker Kelenjar Getah Bening.

“Baru dua bulan ini almarhumah drop. Tepatnya sejak masuk bulan Ramadhan,” ujar Srimulatsari, wartawan dan redaktur senior di Sumeks.

Sebelumnya, kata Srimulatsari yang dapat info dari ibunya Nurseri, sewaktu usia muda pernah kena kanker darah. Namun sempat sehat.

“Menurut ibunya, dia memang pernah kena kelenjar getah bening. Tapi sempat dinyatakan sehat,” kata Srimulatsari.

Kangker darah alias kelenjar getah bening tergolong penyakit ganas. Nama lainnya adalah penyakit limforma. Karena menyerang sistem jaringan organ tubuh.

Atau sistem limfatik. Sistem limfatik tubuh adalah sekelompok organ, pembuluh darah, dan jaringan yang melindungi tubuh kita dari infeksi.

Dan menjaga keseimbangan cairan yang sehat di seluruh tubuh. Organ sistem limfatik termasuk sumsum tulang, timus, limpa, amandel dan kelenjar getah bening.

Nah, kanker jenis ini ternyata produksi sel darah putih yang mengganas. Akibatnya kekebalan tubuh menurun dan mudah terinfeksi penyakit.

 

Getah Bening

 

Ciri-ciri penderita kanker darah atau kelenjar getah bening. Yang umum adalah penurunan berat badan secara drastis.

Lalu, ada peradangan kelenjar getah bening di tempat tertentu seperti di leher, ketiak, perut dan selangkangan.

Lalu, demam, menggigil dan sering berkeringat pada malam hari. Muncul ruam atau gatal-gatal pada kulit.

Sakit di bagian dada atau sesak napas dan nyeri di punggung bawah. Serta mudah lelah/capek.

Yang dialami Nurseri sebagian tanda itu ada. Berat badannya turun drastis dua bulan terakhir (Maret-April 2024).

“Keluhannya sesak napas dan sering buang dahak. Dan berat badannya turun drastis,” kata Srimulatsari.

Namun penyakit itu tak membuat Nurseri menyerah. Sambil terus berobat jalan, Seri masih menjalankan tugas sebagai General Manager Sumatera Ekspres.

Di setiap momen kegiatan kantornya, istri Dr Faisal ini jarang absen. Dia selalu tampak sehat dan tegar menghadapi penyakitnya.

“Saya pernah menelpon Yuk Seri, waktu dia ada acara. Yuk Seri ngomong saya sakit dek. Saya jawab istirahat yuk,” ujar Indry, yang pernah di koran Palembang Pos.